PSEL Rp2,6 Triliun Dibangun di Tangsel, Olah 1.100 Ton Sampah Jadi Energi Listrik
Atkarbonist.ORG – Proyek Pabrik Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) resmi akan dibangun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Tangerang Selatan, Banten, dengan nilai investasi mencapai Rp2,6 triliun.
Fasilitas ini dikelola oleh PT Indoplas Tianying Energy, perusahaan joint venture antara PT Indoplas Energy Hijau (IEH), anak usaha PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), dengan China Tianying Inc. (CNTY), penyedia teknologi pengolahan limbah asal Tiongkok.
Direktur Utama PT Indoplas Tianying Energy, Bobby Gafur Umar, menyebut pembangunan PSEL Tangsel menjadi langkah nyata menghadirkan solusi berkelanjutan untuk pengelolaan sampah perkotaan sekaligus penyediaan energi bersih.
“PSEL Tangsel ini akan menjadi kontribusi konkret kami mendukung program pemerintah mengurangi volume sampah sekaligus menyediakan energi bersih bagi masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Rabu (10/9).
Target Operasional 2029

Bobby menargetkan tahap konstruksi PSEL Tangsel dimulai awal 2026 dengan estimasi penyelesaian selama tiga tahun. Jika sesuai rencana, fasilitas ini akan mulai beroperasi pada 2029 sebagai salah satu model pengelolaan sampah berbasis teknologi di Indonesia.
Proyek ini menggunakan skema Build–Operate–Transfer (BOT) selama 30 tahun. PSEL Tangsel dirancang mampu mengolah 1.100 ton sampah per hari, terdiri atas 1.000 ton sampah baru dan 100 ton sampah lama.
Dengan teknologi Moving Grate Incinerator (MGI) yang modern dan ramah lingkungan, pabrik ini diharapkan mampu menghasilkan listrik hingga 23,5 megawatt (MW) yang akan disalurkan ke jaringan listrik nasional.
Dukungan Pemerintah Daerah
Sebagai informasi, OASA telah menerima Surat Keputusan (SK) Penetapan Pemenang Lelang Tender PSEL Kota Tangerang Selatan pada (17/4/25). SK tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK).
Dengan adanya proyek ini, pemerintah berharap PSEL Tangsel bisa menjadi contoh pengelolaan sampah modern yang mendukung percepatan transisi energi sekaligus memperkuat program energi terbarukan nasional.* (Sumber: Press Release)
