FEB UI Dorong Ekonomi Sirkular Rumah Tangga lewat Edukasi Pengelolaan Sampah Bekasi

Bekasi, ATKARBONIST – Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menggandeng Bank Sampah Alamanda Sejahtera dalam program pengabdian masyarakat yang berfokus pada penerapan ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga.
Kegiatan ini menyasar para ibu rumah tangga di Kelurahan Bojong Menteng, Kota Bekasi, sebagai garda terdepan pengelolaan limbah domestik.
Kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat peran masyarakat, khususnya perempuan, dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Akademisi FEB UI, Dwini Handayani, menilai aktivitas rumah tangga menjadi salah satu kontributor terbesar timbulan sampah, sehingga perempuan memiliki posisi strategis dalam mendorong perubahan pola pengelolaan limbah.
“Ibu rumah tangga memiliki potensi besar dalam mendukung ekonomi sirkular. Edukasi yang berkelanjutan akan membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis limbah bagi mereka,” kata Dwini, melansir Antara, Selasa (27/1/26).
Program pengabdian masyarakat ini berlangsung selama enam bulan, terhitung sejak Juli hingga Desember 2025. Fokus utamanya adalah peningkatan kapasitas warga dalam mengelola sampah organik dan anorganik yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga sehari-hari.
Pelaksanaan program ini dinilai relevan dengan kondisi Kota Bekasi yang masih menghadapi persoalan tingginya volume sampah.
Pada 2024, timbulan sampah di kota tersebut tercatat mencapai lebih dari 614 ribu ton. Secara nasional, sampah rumah tangga juga masih mendominasi dengan porsi 50,71 persen dari total timbulan sampah, sehingga pengelolaan di level keluarga menjadi kunci keberlanjutan lingkungan.
Edukasi Sampah Dorong Peluang Ekonomi Warga

Tingginya kontribusi sampah rumah tangga tersebut mendorong tim lintas fakultas Universitas Indonesia yang melibatkan FEB, FISIP, dan SPPB meluncurkan Program “Inovasi Sosial Partisipasi Perempuan dan Ibu Rumah Tangga dalam Memilah Sampah Sejak Dini”.
Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan warga dalam mengelola sampah langsung dari lingkungan rumah. Ketua RW 02 Bojong Menteng, Dain Santoso, menilai kegiatan edukasi tersebut memberikan dampak positif bagi pola pikir masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang tepat tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan warga. Limbah yang sebelumnya tidak bernilai dapat diolah menjadi produk kreatif dengan potensi ekonomi.
“Keterlibatan masyarakat, khususnya perempuan, dalam pengelolaan sampah menjadi aspek yang sangat penting. Perempuan memainkan peran sentral dalam rumah tangga, seperti mendidik dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Dain.
Pelatihan Daur Ulang Perkuat Ekonomi Keluarga
Selama program berjalan, peserta mendapatkan pelatihan praktis dan manajerial terkait pemanfaatan limbah rumah tangga. Materi pelatihan mencakup pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromatik serta pemanfaatan kemasan saset menjadi produk anyaman bernilai seni.
Selain keterampilan produksi, peserta juga didampingi dalam pembentukan dan pengelolaan unit bank sampah di tingkat lokal. Pendampingan turut mencakup aspek branding dan pemasaran guna memperkuat identitas produk daur ulang agar mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Ketua Bank Sampah Alamanda Sejahtera, Apriliawati, menyebut pelatihan tersebut mendorong ibu rumah tangga untuk lebih aktif memilah dan menabung sampah yang memiliki nilai daur ulang.
“Dengan pelatihan ini, ibu-ibu kini dapat menabung sampah yang bisa didaur ulang, sehingga menghasilkan nilai ekonomi tambahan bagi keluarga,” ujarnya.
Program ini juga dilengkapi dengan advokasi regulasi melalui kolaborasi bersama para pemangku kepentingan, sekaligus sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek kesetaraan gender, penciptaan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.* (Sumber: Antara)
