Beban Bantargebang Kian Berat, Pemprov DKI Dorong Pembangunan Tiga PLTSa

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Dok. Humas Pemprov DKI)

ATKARBONIST – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mempersiapkan pembangunan tiga fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai langkah strategis mengatasi persoalan sampah di ibu kota. Salah satu lokasi yang disiapkan berada di kawasan Bantargebang, Bekasi.

Pramono mengungkapkan dirinya telah menjalin komunikasi langsung dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, guna membahas rencana tersebut. Ia memastikan kesiapan lahan untuk proyek PLTSa di Bantargebang telah disampaikan secara resmi.

“Saya komunikasi langsung dengan Pak Menko Pangan dan beliau meminta untuk lahan di Bantargebang yang dipersiapkan untuk pembangkit listrik tenaga sampah, sudah kami persiapkan. Dan sebenarnya kami sudah berkirim surat kepada Bapak Menko Pangan,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, dikutip Rabu (1/4/2026).

Progres pembangunan PLTSA Merah Putih di Bantar Gebang. (Foto: PPID DKI Jakarta)

Ia menjelaskan, kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang kini sudah mengalami tekanan yang sangat tinggi. Volume timbunan sampah di lokasi tersebut tercatat telah melampaui angka 54 juta ton.

Dengan kondisi tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan PLTSa sebagai solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah Jakarta.

“Apa yang menjadi arahan Bapak Presiden untuk pembangkit listrik tenaga sampah termasuk di dalamnya di Bantargebang, kami segera tindaklanjuti,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah mengusulkan pembangunan tiga fasilitas PLTSa yang akan berlokasi di Bantargebang, Rorotan, serta Sunter di wilayah Jakarta Utara.

Untuk kapasitas pengolahan, PLTSa di Bantargebang dirancang mampu menangani 3.000 ton sampah per hari, yang terdiri dari 2.000 ton sampah baru dan 1.000 ton sampah lama dari TPST Bantargebang.

Sementara itu, fasilitas di Rorotan ditargetkan mengolah 2.000 ton sampah baru setiap hari, sedangkan di Sunter memiliki kapasitas sekitar 2.500 ton sampah baru per hari.* (Sumber: Siaran Pers Humas Pemprov DKI Jakarta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *