IPB University Rilis Tiga Inovasi Teknologi Unggulan untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

IPB University merilis tiga inovasi pertanian unggulan AWS-Community, varietas padi IPB 12S–15S, dan robot AI pendeteksi penyakit cabai—untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Atkarbonist.ORG – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan menjawab tantangan pertanian modern, IPB University merilis tiga inovasi teknologi unggulan hasil riset di bidang pertanian.

Ketiga inovasi ini meliputi Automatic Weather Station Community (AWS-Community), varietas padi unggul IPB 12S, 13S, 14S, dan 15S, serta robot pendeteksi penyakit tanaman cabai berbasis kecerdasan buatan (AI).

Inovasi Teknologi Pertanian Modern Berbasis Data dan AI

Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah AWS-Community, sebuah sistem pemantauan cuaca otomatis yang terhubung dalam komunitas berbasis data.

Sistem ini mampu memberikan informasi cuaca secara real-time kepada petani, sehingga mereka dapat mengatur pola tanam secara lebih presisi dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Inovasi kedua, yakni robot pendeteksi penyakit tanaman cabai berbasis AI, dirancang untuk meningkatkan efisiensi identifikasi penyakit secara dini.

Dengan algoritma kecerdasan buatan, robot ini mampu mengenali gejala penyakit pada tanaman cabai dan memberikan rekomendasi penanganan yang sesuai.

Teknologi ini diharapkan dapat menurunkan kerugian akibat serangan hama dan penyakit.

Varietas Padi Unggul untuk Produktivitas Nasional

Dalam aspek genetika tanaman, IPB University memperkenalkan empat varietas padi unggul: IPB 12S, IPB 13S, IPB 14S, dan IPB 15S.

Keempat varietas ini telah dikembangkan melalui pendekatan ilmiah berbasis pemuliaan tanaman yang adaptif terhadap berbagai kondisi agroekosistem di Indonesia.

Rektor IPB University, Prof. Arif Satria, mengatakan varietas tersebut telah diujicobakan di 26 provinsi dan menunjukkan performa produktivitas yang tinggi.

“Melalui peluncuran yang semakin rutin, kami berharap hasil riset ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama para petani,” ujarnya.

Komitmen IPB University dalam Transformasi Pertanian

Wakil Rektor bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim, Prof. Ernan Rustiadi, menyatakan ketiga inovasi ini merupakan bentuk nyata komitmen IPB University terhadap transformasi pertanian.

“Kami ingin agar inovasi-inovasi ini tidak hanya menjadi capaian akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan pertanian nasional,” tutur Ernan.

Dukungan Pemerintah terhadap Inovasi Perguruan Tinggi
Bengawan, salah satu contoh varietas padi unggulan di Indonesia. (Foto: Istimewa)

Mendukung langkah ini, Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, memberikan apresiasi terhadap kontribusi ilmiah IPB.

Ia menyebut pentingnya pengembangan sistem pertanian berbasis data dan kecerdasan buatan, serta mendorong agar hasil riset disajikan dalam bentuk yang lebih sederhana dan mudah digunakan oleh petani.

“Jangan sampai inovasi kalah dengan konten viral yang tidak berbasis data. Kita harus dorong teknologi dari perguruan tinggi agar benar-benar sampai ke tangan petani,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Sudaryono secara pribadi membeli dan menyumbangkan 10 unit AWS-Community serta sejumlah robot AI deteksi penyakit cabai.

Ia juga menyampaikan kesiapan Kementerian Pertanian untuk membeli benih unggul hasil penelitian IPB guna memenuhi kebutuhan 11 juta hektare lahan pertanian setiap tahun.

Sinergi Inovasi dan Aksi Nyata untuk Ketahanan Pangan

Langkah IPB University dalam merilis inovasi teknologi pertanian menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan pemangku kepentingan dalam memperkuat sistem pertanian nasional.

Melalui pemanfaatan teknologi berbasis data dan AI, serta pengembangan varietas unggul, Indonesia diharapkan dapat lebih siap menghadapi tantangan ketahanan pangan global.(*Sumber: Kompas.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *