ATKARBONIST dan PT Sucofindo Gelar Green Gold Label Awareness Training: Dorong Bisnis Berkelanjutan dan Ekspor Biomassa
Atrkarbonist.Org – Dalam rangka mendukung praktik bisnis berkelanjutan dan ekspor biomassa bersertifikasi, ATKARBONIST sebagai penggiat karbon dan pelaku bisnis hijau, bekerja sama dengan PT Sucofindo menyelenggarakan Green Gold Label (GGL) Awareness Training.
Kegiatan penting ini berlangsung di Graha Sucofindo, Jakarta Selatan, pada Sabtu (10/5/25), dan dihadiri oleh pelaku usaha serta pemangku kepentingan di bidang energi terbarukan.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Atkarbonist, Dr. Ir. Musdhalifah Machmud, M.T., dilanjutkan dengan sambutan oleh Budi Utomo, Direktur Layanan Industri Sucofindo, yang juga menjadi pemateri pertama.
Transisi Energi Jepang dan Peran Biomassa dalam Sertifikasi GGL

Dalam sesi pembuka, Budi Utomo memaparkan materi bertajuk “Transisi Energi di Jepang dan Pentingnya Produk Bersertifikat Bebas Deforestasi bagi Pelaku Usaha”.
Ia menjelaskan kebijakan energi Jepang pasca-krisis Fukushima 2011 telah mendorong transisi energi melalui penerapan skema Feed-in Tariff (FiT) dan Feed-in Premium (FiP) untuk mendorong pengembangan energi terbarukan.
Menurut data resmi dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI), kebijakan ini bertujuan menurunkan emisi GRK lebih dari 70% dari level 2013 dalam 15 tahun mendatang.
Biomassa menjadi salah satu solusi kunci, dengan kontribusi mencapai 4,1% dari total bauran energi Jepang pada tahun 2023. Targetnya, pada tahun 2040, sebanyak 50% listrik berasal dari sumber terbarukan.
Pengenalan dan Implementasi Sertifikasi Green Gold Label (GGL)

Materi selanjutnya disampaikan oleh Neina Febrianti dan Intan Fajar Kemala, keduanya adalah Lead Auditor GGL.
Neina menyampaikan pengantar tentang biomassa dan skema GGL, termasuk cakupan sertifikasi, perbandingan dengan skema lain seperti ISCC dan RSPO, serta jumlah lembaga sertifikasi (CB) aktif.
Intan Fajar menekankan prinsip-prinsip dasar sertifikasi GGL, persyaratan dokumen, dan proses audit.
Ia juga menjelaskan bagaimana perhitungan emisi GRK dilakukan dalam proses sertifikasi. Materi ditutup dengan pembahasan alur lengkap sertifikasi, penggunaan logo, masa berlaku sertifikat, dan estimasi biaya.
Ekspor Biomassa ke Jepang dan Dukungan Sucofindo

Sesi lanjutan menyoroti potensi ekspor biomassa ke Jepang. Dengan adanya permintaan tinggi dan regulasi ketat, sertifikasi keberlanjutan seperti GGL, ISCC-Japan FIT Scheme, dan RSB-Japan FIT Scheme menjadi wajib.
Dokumen penting yang dibutuhkan dalam proses ekspor meliputi:
• PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang)
• Packing List dan Bill of Lading
• Surat Keterangan Asal (SKA) dari KADIN
• Izin ekspor dari Kemendag
• Survey Report
• Sertifikat Fitosanitari dari BARANTIN
Dalam mendukung ekspor berkelanjutan, PT Sucofindo menyediakan layanan komprehensif, seperti:
• Sertifikasi GGL yang diakui METI Jepang
• Pengujian laboratorium biomassa
• Fasilitas Pusat Logistik Berikat
• Fumigasi dan pest control
• Validasi dan verifikasi karbon
• Layanan Survey Report ekspor
Informasi lengkap mengenai layanan GGL dapat diakses melalui situs resmi Sucofindo: 👉 https://www.sucofindo.co.id/layanan-jasa/green-gold-label
Menuju Ekspor Berkelanjutan dan Net Zero Emission

Pelatihan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat pemahaman pelaku usaha terhadap karbon netral dan nilai ekonomi karbon (carbon pricing).
Dengan biomassa yang emisinya tergolong netral (biogenik), potensi penggantian batu bara dalam sektor energi menjadi lebih nyata.
ATKARBONIST dan Sucofindo berharap melalui pelatihan ini, semakin banyak pelaku usaha yang mampu memenuhi standar internasional dan mengambil bagian dalam mitigasi perubahan iklim global melalui ekspor biomassa bersertifikat.(*)
