Riau Promosikan Potensi Karbon ke Eropa Lewat London Climate Action Week

Gubernur Riau promosikan potensi karbon ke pasar global lewat London Climate Action Week, dorong investasi dan pelestarian hutan berbasis keberlanjutan.

Atkarbonist.ORG – Gubernur Riau Abdul Wahid menegaskan terkait kunjungannya ke London. Menurutnya hal tersebut merupakan langkah strategis untuk membuka peluang pasar karbon Riau ke tingkat internasional.

Kunjungan ini berlangsung dalam rangkaian kegiatan London Climate Action Week yang telah dimulai sejak 23 Juni lalu, sebagai bagian dari upaya membangun arsitektur perdagangan karbon berbasis Reduced Deforestation and Degradation (RDD).

“Termasuklah memperkenalkan potensi karbon kita ke buyer di negara-negara Eropa,” ujar Gubernur Wahid.

Pemerintah Provinsi Riau saat ini tengah menyeleksi metode penghitungan karbon yang paling akurat dan relevan.

Penentuan standar harga karbon yang kompetitif menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Dalam pelaksanaannya, Riau mendapat pendampingan dari Staf Ahli Kementerian Kehutanan untuk memastikan akurasi data dan validitas nilai ekonomi karbon yang ditawarkan.

Beberapa investor global sudah menunjukkan ketertarikan terhadap potensi karbon Riau, dengan rentang penawaran harga yang bervariasi.

“Ada yang menawarkan US$5, ada yang US$12, bahkan US$15 dolar per ton karbon. Kita sedang evaluasi mana yang paling menguntungkan dan paling efisien. Kita ingin harga yang terbaik,” jelas Wahid.

Penawaran karbon Riau saat ini dilakukan melalui berbagai skema kerja sama, termasuk pendekatan Business to Business (B2B) yang menyasar sektor swasta.

Selain itu, pemerintah pusat dan Kementerian Kehutanan juga sudah melakukan kunjungan ke Riau sebagai bentuk komitmen dalam mempercepat proses perdagangan karbon ini.

Gubernur Riau promosikan potensi karbon ke pasar global lewat London Climate Action Week, dorong investasi dan pelestarian hutan berbasis keberlanjutan.
Gubernur Riau (kanan) promosikan potensi karbon ke pasar global lewat London Climate Action Week, dorong investasi dan pelestarian hutan berbasis keberlanjutan. (Dok. Istimewa)

Secara geografis, seluruh wilayah Provinsi Riau menjadi bagian dari peta potensi karbon nasional.

Dengan luas wilayah daratan mencapai sekitar 9 juta hektare, Riau memiliki 5,3 juta hektare kawasan hutan dan 4,9 juta hektare lahan gambut yang menyimpan cadangan karbon besar.

Lahan gambut, menurut Wahid, merupakan aset penting dalam menyerap karbon sekaligus menjaga keseimbangan iklim global.

“Maka, negara-negara maju harus turut berkontribusi karena Riau menyumbang oksigen besar bagi dunia,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa inisiatif perdagangan karbon ini bukan hanya fokus pada nilai ekonomi semata, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Keuntungan dari perdagangan karbon rencananya akan dialokasikan untuk pelestarian hutan, perlindungan ekosistem, dan pemberdayaan masyarakat lokal.* (Sumber: bertuahpos.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *