IESR Soroti Transparansi Danantara dalam Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi

Potret fasilitas PSEL atau waste to energy di TPA Benowo, Surabaya. (Dok. KLH)

Jakarta, ATKARBONIST – Lembaga kajian energi, Institute for Essential Services Reform (IESR), menekankan pentingnya keterbukaan informasi oleh Danantara terkait penunjukan mitra strategis dalam proyek Waste to Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Langkah ini menyusul pengumuman Danantara yang telah menetapkan dua perusahaan asal Tiongkok sebagai operator utama untuk proyek PSEL di dua wilayah strategis:

Wangneng Environment Co., Ltd. untuk proyek di Bekasi, Jawa Barat.

Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. untuk proyek di Denpasar, Bali.

Urgensi Keterbukaan dan Alih Teknologi
Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa, menyatakan Danantara memiliki tanggung jawab moral untuk menjelaskan kepada publik dasar pertimbangan di balik pemilihan kedua perusahaan tersebut. Aspek yang perlu dibuka mencakup:

Detail Teknologi: Jenis teknologi yang ditawarkan serta keunggulannya.

Nilai Investasi: Besaran dana yang dikelola dalam proyek tersebut.

Kemitraan Lokal: Identitas mitra lokal yang akan dilibatkan dalam konsorsium.

“Transparansi ini sangat krusial agar masyarakat dapat menjalankan fungsi pengawasan dengan lebih efektif,” ujar Fabby pada Selasa (10/3/2026).

Fabby menambahkan bahwa karena teknologi PSEL sudah umum digunakan secara global, fokus utama saat ini adalah adaptasi teknologi.

Operator harus mampu menyesuaikan parameter peralatan dengan karakteristik sampah spesifik di lokasi agar operasional berjalan optimal. Selain itu, keterlibatan BUMD atau perusahaan lokal dalam konsorsium diharapkan menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan mengenai prinsip desain dan operasional sistem.

Komitmen Danantara pada Tata Kelola
Menanggapi hal tersebut, Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa proses seleksi mitra telah dilakukan secara komprehensif dengan mengedepankan mitigasi risiko.

Danantara siap bangun proyek waste to energy terbesar di dunia, ubah sampah jadi listrik, solusi krisis sampah kota besar Indonesia.
Kantor pusat Danantara berlokasi di Wisma Danantara, Jakarta, menjadi pusat koordinasi investasi strategis nasional yang fokus pada proyek berkelanjutan, energi hijau, dan pengelolaan sampah modern. (Foto: Dok. Kompas.com)

Menurut Pandu, pemilihan ini merupakan langkah awal untuk memastikan fasilitas PSEL beroperasi dengan standar keselamatan dan akuntabilitas yang tinggi.

Target Utama Danantara:

Menjamin keandalan operasional jangka panjang.

Mendorong pengurangan volume sampah secara signifikan.

Menghasilkan energi bersih melalui tata kelola yang kuat.

“Kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan guna memastikan proyek ini memberikan dampak nyata yang terukur bagi lingkungan dan masyarakat,” ungkap Pandu dalam keterangan resminya.* (Sumber: Bisnis.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *