Kebakaran TPAS Galuga Tak Ganggu Persiapan Groundbreaking PSEL

Kebakaran TPAS Galuga Bogor tak ganggu proyek PSEL. Pemadaman di zona tidak aktif memasuki tahap pendinginan. (dok. Antara)

Poin Penting:

  • Kebakaran terjadi di zona tidak aktif TPAS Galuga seluas 5–6 hektare dan tidak mengganggu operasional harian.
  • Penanganan sisa titik panas memanfaatkan penyiraman helikopter TNI AU, drone termal, dan pengerahan tim gabungan 24 jam.
  • Groundbreaking proyek PSEL oleh Huaming Group dan fasilitas pirolisis tetap ditargetkan berlangsung sesuai jadwal pada 17 September 2026.

CIBUNGBULANG, ATKARBONIST – Pemerintah pusat memastikan peristiwa kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga tidak mengganggu jadwal peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Kepastian ini diperoleh setelah tim gabungan dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), dan Danantara meninjau lokasi TPAS Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/9/2026).

Asisten Deputi Ekonomi Sirkuler dan Dampak Lingkungan Kemenko Pangan, Rofi Alhanif, menjelaskan bahwa area yang terbakar berada di zona timur yang sudah tidak aktif.

“Bagian yang terbakar merupakan zona tidak aktif, kurang lebih lima hingga enam hektare, dan tidak mengganggu operasional sampah sehari-hari,” kata Rofi di lokasi.

Ia menambahkan, secara visual kobaran api dan kepulan asap sudah tidak terlihat. Namun, pendinginan terus dilakukan di sejumlah titik yang masih terasa hangat guna mencegah api muncul kembali dari dalam timbunan sampah. Penanganan ini diperkuat oleh personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan.

Kebakaran berawal dari lahan pertanian yang berbatasan dengan TPAS Galuga pada Senin (7/9/2026) pukul 16.00 WIB, lalu merembet ke tumpukan sampah lama. Luas area terdampak sempat melonjak dari 5,5 hektare menjadi 8,4 hektare pada Selasa (8/9/2026).

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Bogor per Senin (14/9/2026), area yang memerlukan penanganan tersisa 1,4 hektare di zona utara dan 1.000 meter persegi di zona timur. Sementara penanganan di zona selatan telah rampung.

Operasi pemadaman secara darat dan udara melibatkan tim gabungan Damkar, BPBD, PMI, DLH, TNI, Polri, serta unsur terkait dengan sistem tiga sif selama 24 jam. TNI AU turut mengerahkan helikopter untuk melakukan penyiraman dari udara (water bombing) sebanyak 10 sorti.

Di darat, Pemkab Bogor membangun embung darurat sedalam 1–2 meter untuk mendekatkan pasokan air yang dialirkan menggunakan mesin pompa sejauh 1–2 kilometer.

Petugas juga memantau bara tersembunyi menggunakan drone termal Mata Garuda setiap satu jam. Titik panas yang terdeteksi langsung dibongkar dengan alat berat sebelum disemprot.

Layanan pembuangan sampah yang sempat ditutup penuh pada 8 September 2026 kini telah dibuka kembali secara bertahap sejak 9 September 2026.

Bupati Bogor Rudy Susmanto optimistis pemadaman total dapat dicapai sesuai target. “Mudah-mudahan sebelum 17 September dapat tuntas dan terselesaikan semuanya,” ujar Rudy.

Fasilitas PSEL tersebut nantinya dikerjakan oleh Huaming Group asal China. Selain PSEL, Pemkab Bogor berkolaborasi dengan Markas Besar TNI untuk membangun fasilitas pirolisis pengolah sampah menjadi bahan bakar minyak. Kedua fasilitas pengolahan ini akan ditempatkan di sekitar pintu masuk TPAS Galuga.*

Sumber: Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *