Krisis Selat Hormuz Bayangi Target Emisi Global: Industri Mulai Lirik Batu Bara

Jakarta, ATKARBONIST – Ancaman blokade di Selat Hormuz kini memicu kekhawatiran baru di pasar karbon dunia.
Gangguan pada distribusi LNG (Gas Alam Cair) akibat konflik di Timur Tengah memaksa para pelaku industri mencari alternatif bahan bakar yang lebih stabil secara pasokan, meski lebih tinggi emisi.
Analis BloombergNEF, Camille Wee, menilai situasi ini serupa dengan guncangan energi tahun 2022.
“Potensi peralihan ke batu bara oleh perusahaan utilitas sangat besar jika jalur logistik utama terganggu,” ungkapnya.
Dampaknya, permintaan kredit karbon di pasar kepatuhan akan melonjak karena perusahaan harus menutupi kelebihan emisi yang dihasilkan.
Sebagai langkah antisipasi, Taiwan tengah mempertimbangkan untuk mengaktifkan kembali kapasitas penuh pembangkit batu bara mereka.
Sementara di Eropa, Italia memilih menyiagakan pembangkit listrik cadangan sebagai jaring pengaman energi nasional.* (Sumber: Bloomberg)
