Wamen Diaz Ajak Siswa SRMA 9 Cipayung Pilah Sampah Demi Target Jakarta 100 Persen Kelola Sampah

ATKARBONIST – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mengajak para siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 9 Cipayung, Jakarta Timur, untuk mulai memilah sampah sebagai bentuk dukungan terhadap target Jakarta mencapai pengelolaan sampah 100 persen.
Ajakan tersebut disampaikan saat Wamen Diaz melakukan kunjungan ke SRMA 9 Jakarta Timur. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, termasuk para pelajar, dalam upaya pengelolaan sampah dari sumbernya.
“Presiden sudah memberi target 2029 semua sampah di Indonesia terkelola 100%, untuk itu Gubernur Jakarta juga akan deklarasi pilah sampah 100%, tanpa partisipasi teman-teman semua, tidak mungkin sampah itu bisa tertangani dengan baik. Kami ingin bantuan adik-adik semua untuk mulai memilah sampah, dari lingkungan sendiri,” ujar Wamen Diaz.
Sebagai bentuk dukungan nyata, KLH/BPLH menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pengelolaan sampah organik berupa lima unit komposter kepada sekolah tersebut.
“Kami KLH memberikan bantuan komposter, supaya paling tidak sampah organik bisa selesai di sini, ga perlu dibawa ke Bantargebang,” katanya.
Selain komposter, para siswa juga menerima bantuan tumbler guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Pihak sekolah turut mendapatkan Buku Saku Pengelolaan Sampah di Sekolah dan Modul Pengelolaan Sampah Pendidikan Berasrama untuk mendukung edukasi pengelolaan sampah sejak dini.
“Mohon Bu Kepala Sekolah agar komposter dan tumbler ini digunakan dengan baik, supaya para pelajar terus menggunakan itu, tidak membuang-buang sampah sembarangan, dan tidak membuang sampah tanpa pengelolaan,” jelas Wamen Diaz.
SRMA 9 Jakarta Timur diketahui telah beroperasi sejak Juli 2025 dengan jumlah 50 siswa kelas X. Sekolah tersebut kini menyandang predikat menuju Sekolah Adiwiyata.
Kepala Sekolah SRMA 9 Jakarta Timur, Kundriyah, mengatakan pihak sekolah telah menerapkan berbagai program pendidikan lingkungan kepada para siswa.
“Sekolah kami telah memasukan materi kelestarian lingkungan dalam mata pelajaran, melakukan program reduksi plastik dan komposter sekolah, dan memberikan setiap kelompok siswa tanggung jawab pada satu pohon atau tanaman,” ujar Kundriyah.
Kesadaran lingkungan yang dibangun sekolah juga dirasakan langsung oleh para siswa. Salah satu siswi, Nazila Barqiah Harum, mengaku kini lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan dan memilah sampah.
“Dulu, saya tipikal orang yang biasa aja tentang lingkungan. Semenjak saya sekolah di sini dan mendapat pengajaran caranya memilah sampah dengan benar, saya menjadi paham tentang kebersihan untuk kita,” terang Nazila.
Dalam kunjungan tersebut, Wamen Diaz kembali menegaskan komitmen KLH/BPLH untuk mendampingi SRMA 9 Jakarta Timur agar mampu meraih predikat Sekolah Adiwiyata di masa mendatang.
“Kita akan berikan pendampingan agar sekolah ini bisa mengolah sampah semakin baik lagi. Kita perhatikan supaya sekolah ini bisa mendapat Sekolah Adiwiyata,” tegasnya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari persiapan menuju deklarasi pemilahan sampah 100 persen di Jakarta yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Mei 2026. Program tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber yang telah ditandatangani Gubernur Pramono Anung pada 4 Mei 2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kuswanto.* (kemenlh)
