Wujudkan Lingkungan Bersih, Kelurahan Kaliwates, Jember Gelar Sosialisasi Pemilahan Sampah Rumah Tangga

JEMBER, ATKARBONIST – Suasana Aula Pendopo Kelurahan Kaliwates, Kabupaten Jember, tampak berbeda pada Kamis siang. Puluhan anggota PKK, kader lingkungan, serta warga setempat berkumpul untuk mengikuti sosialisasi bertajuk “Peran PKK dalam Sinergitas dengan Petugas Sampah untuk Memilih dan Mengolah Sampah Rumah Tangga di Kelurahan Kaliwates.”
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kelurahan Kaliwates ini digelar sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Hadir sebagai narasumber utama, Penyuluh Lingkungan Hidup Bidang Kebersihan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup dari DPRKPLH Kabupaten Jember, Mentik Diyah Andayani, S.H.

Dalam paparannya yang interaktif, Mentik Diyah mengajak masyarakat untuk mengubah paradigma terhadap sampah. Ia menekankan bahwa sampah bukan sekadar beban, melainkan tanggung jawab bersama yang pengelolaannya harus dimulai dari lingkup terkecil, yaitu rumah tangga.
“Pengelolaan sampah yang baik tidak harus dimulai dengan hal besar. Langkah sederhana seperti memilah sampah organik dan anorganik dari rumah sudah menjadi kontribusi penting bagi lingkungan,” ujar Mentik di hadapan peserta sosialisasi.
Mentik menilai peran ibu-ibu PKK sangat strategis karena menjadi garda terdepan dalam membangun kebiasaan baru di tingkat keluarga. Menurutnya, dari dapur rumah tanggalah perubahan besar terhadap kelestarian lingkungan dapat diinisiasi.
Selain edukasi pemilahan, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya mereduksi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), optimalisasi manfaat bank sampah, hingga tata cara mengolah sampah organik menjadi kompos yang bernilai guna.
Lebih lanjut, Mentik menegaskan bahwa keberhasilan tata kelola lingkungan tidak bisa bertumpu pada petugas kebersihan saja. Sinergi antara penggerak PKK, petugas sampah, pemerintah kelurahan, dan warga menjadi kunci utama terciptanya lingkungan yang bersih dan nyaman.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Warga memanfaatkan momentum ini untuk mengadukan berbagai persoalan lingkungan sehari-hari, mulai dari kendala teknis pengelolaan sampah domestik hingga strategi membangun kesadaran kolektif warga sekitar.
Melalui agenda ini, Pemerintah Kelurahan Kaliwates berharap dapat memicu gerakan bersama yang mampu mengubah pola pikir masyarakat. Sampah diharapkan tidak lagi dipandang sebagai barang buangan tanpa nilai, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dikelola. Dengan semangat gotong royong, masyarakat Kaliwates ditargetkan mampu menjadi pelopor budaya memilih, memilah, dan mengolah sampah sejak dari rumah.*
Sumber: ppid.jemberkab.go.id
