Bisnis Rendah Karbon Pertamina Lampaui Target RKAP 2026

JAKARTA, ATKARBONIST – PT Pertamina (Persero) mencatat kinerja positif dalam pengembangan bisnis rendah karbon sepanjang JanuariāJuni 2026. Capaian tersebut mencapai 101 persen dari target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026.
Capaian itu menjadi bagian dari strategi Pertamina Group memperkuat bisnis rendah karbon sekaligus menjalankan agenda Environmental, Social, and Governance (ESG) secara terintegrasi di seluruh lini usaha.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan pengembangan bisnis rendah karbon merupakan salah satu fokus perusahaan dalam mendukung transformasi sektor energi menuju sistem yang lebih berkelanjutan.
“Sebagai perusahaan energi kelas dunia, Pertamina berkomitmen menjalankan ESG sesuai dengan standar dunia. Dekarbonisasi Pertamina juga merupakan komitmen Perusahaan menjalankan target Pemerintah mencapai NZE pada tahun 2060,” ujar Muhammad Baron dalam keterangan tertulis, Minggu (9/8/2026).
Menurut Baron, pencapaian kinerja bisnis rendah karbon sebesar 101 persen tersebut ditopang sejumlah program strategis, antara lain pengembangan bioethanol, biofuel, serta peningkatan efisiensi energi.
“Pencapaian ini didukung oleh beberapa program utama seperti bioethanol, biofuel, dan efisiensi energi yang mampu melampaui target yang telah ditetapkan,” katanya.
Di sisi lain, program dekarbonisasi Pertamina Group juga menunjukkan kinerja melampaui sasaran. Sepanjang semester I 2026, realisasi pengurangan emisi karbon tercatat sebesar 118 persen dari target yang ditetapkan dalam RKAP 2026.
Pertamina juga menjalankan berbagai program pendukung ESG, termasuk sustainable procurement, sustainability budget tagging, dan pemberdayaan masyarakat. Secara keseluruhan, kinerja pada aspek tata kelola tersebut mencapai 102 persen dari target.
“Keberhasilan ini mencerminkan pelaksanaan program yang efektif terutama pada aspek tata kelola, sosial, dan sistem pendukung keberlanjutan,” ujar Baron.
Baron menambahkan, implementasi ESG secara terintegrasi turut memperkuat posisi Pertamina sebagai perusahaan energi yang berorientasi pada keberlanjutan. Menurut dia, pengalaman Pertamina dalam mengintegrasikan keberlanjutan dengan strategi bisnis juga mendapat perhatian dari perusahaan lain di kawasan.
Pada 24 Juni 2026, Pertamina menerima kunjungan Telekom Berhad Malaysia untuk melihat penerapan program keberlanjutan yang terintegrasi dengan strategi bisnis, dekarbonisasi, transisi energi, serta pengembangan masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB).
Pertamina juga terus terlibat dalam forum internasional, termasuk Oil & Gas Decarbonization Charter (OGDC) 2026. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengevaluasi dan memperkuat kinerja pengurangan emisi karbon secara berkelanjutan.
Dengan capaian bisnis rendah karbon yang melampaui target RKAP, Pertamina menempatkan pengembangan energi rendah karbon sebagai salah satu instrumen penting dalam memperkuat transformasi bisnis sekaligus mendukung agenda transisi energi Indonesia menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060.*
Sumber: Rilis Pertamina
