Dari Bojonegara ke Panggung Juara, Kisah Amaliyah di Serang Ubah Sampah jadi Berkah

ATKARBONIST – Di sebuah sudut Kampung Masigit, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten langkah kecil seorang wanit bernama Amaliyah telah menciptakan gelombang perubahan yang besar bagi lingkungan sekitarnya.
Semua bermula pada tahun 2023, saat ia memutuskan untuk bergabung dengan program PNM Mekaar. Bukan sekadar suntikan modal, keterlibatannya dengan PNM justru menjadi gerbang pembuka bagi transformasi usahanya yang kini dikenal dengan nama Amalia Kitchen.
Sebagai produsen kue rumahan yang kian produktif di wilayah Bojonegara, Amaliyah sempat dihantui persoalan klasik, tumpukan sampah produksi yang menggunung.
Namun, alih-alih membiarkannya menjadi masalah lingkungan bagi warga Masigit, ia memilih jalan kreativitas. Sisa produksi ia sulap menjadi aroma therapy hingga sofa ecobrick. Kesadaran lingkungan ini pun ia tularkan kepada ibu-ibu di sekitarnya, yang kemudian melahirkan Bank Sampah MATA (Masigit Asri Tanpa Sampah).
Membangun Ekonomi dari Tumpukan Limbah
Kini, Bank Sampah MATA telah merangkul 86 anggota aktif di wilayahnya. Setiap kilogram sampah yang disetorkan warga dikonversi menjadi rupiah, menciptakan sistem ekonomi sirkular di tingkat akar rumput Kabupaten Serang.
Hasilnya luar biasa; volume sampah dari kampung tersebut yang dibuang ke Tempat Pembuangan Umum (TPU) berkurang drastis dari 900 kg menjadi hanya 400 kg per bulan.
Perjalanan inspiratif ini membawa Amaliyah meraih penghargaan sebagai juara Mekaarpreneur. Dengan penuh haru, ia mengungkapkan, “Saya tidak pernah menyangka, yang awalnya hanya ibu-ibu dasteran yang ngumpulin sampah, kini bisa sampai jadi juara Mekaarpreneur. Alhamdulillah, dari kegiatan sederhana ini saya justru bisa berbagi dan memberi manfaat untuk orang lain.”
Pendampingan yang Berkelanjutan
Keberhasilan Amaliyah di Bojonegara ini adalah potret keberhasilan program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang diusung oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Sebagai BUMN yang fokus pada ekonomi kerakyatan, PNM memastikan nasabahnya tidak hanya memegang modal, tapi juga memegang kendali atas strategi bisnis dan kepedulian sosial.
Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, pada Senin (27/4/2026), mengapresiasi inisiatif ini sebagai contoh nyata pemberdayaan masyarakat.
“Apa yang dilakukan Ibu Amaliyah adalah gambaran nyata dari semangat yang ingin terus PNM tumbuhkan. Dari hal sederhana, dapur rumahan, bisa lahir dampak yang luas, bukan hanya menguatkan ekonomi keluarga, tapi juga menghadirkan kepedulian sosial dan menjaga lingkungan di sekitar,” ujar Dodot.
Menebar Manfaat Luas
Lebih dari sekadar hitungan angka di atas kertas, Amaliyah juga rutin menyisihkan sebagian keuntungan Amalia Kitchen untuk menyantuni dhuafa dan anak yatim di sekitar tempat tinggalnya.
Melalui PNM Mekaar, yang telah hadir sejak 2016 untuk mendukung perempuan prasejahtera, Amaliyah membuktikan bahwa usaha ultra mikro di pelosok Serang mampu menjadi tulang punggung yang kokoh bagi lingkungan dan sesama.
Melalui akses permodalan dan pelatihan kelompok (klaster) yang berkelanjutan, PNM terus berkomitmen menumbuhkan ribuan “Amaliyah” baru di berbagai daerah sosok yang mampu mengubah tumpukan masalah menjadi sumber keberkahan yang bernilai manfaat langsung bagi sekitar.*(Neraca.co.id)
