Tekan Emisi, PT IHI Operasikan PLTS Atap Bersama SUN Energy

PT Integrated Healthcare Indonesia (IHI) mengambil langkah progresif dengan mengadopsi energi surya di dalam fasilitas manufaktur mereka di kawasan Jakarta Timur. (dok. SUN Energy)

JAKARTA, ATKARBONIST – Industri layanan kesehatan (healthcare) global kini dihadapkan pada tantangan ganda: menjaga kualitas dan keamanan produk yang ketat sekaligus menekan jejak karbon dalam rantai pasok produksinya. Merespons tuntutan pasar global terhadap aspek keberlanjutan (sustainability) dan efisiensi operasional jangka panjang, PT Integrated Healthcare Indonesia (IHI) resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di fasilitas manufakturnya yang terletak di Jakarta Timur.

PT IHI, yang merupakan bagian dari Kenvue, Inc. di Indonesia, dikenal sebagai produsen dan pemegang izin edar sejumlah merek kesehatan terpercaya seperti Mylanta, Tylenol, Benadryl/Bactidol, Imodium, Daktarin, dan Motilium. Selain memasok kebutuhan domestik, fasilitas ini juga melayani pasar ekspor ke berbagai negara, termasuk Korea Selatan, Filipina, Thailand, dan Australia.

Dalam mewujudkan transisi energi bersih ini, PT IHI menggandeng SUN Energy selaku penyedia solusi energi terbarukan terintegrasi. Sejak Februari 2026, sistem PLTS On Grid berkapasitas 777,98 kWp telah resmi beroperasi di fasilitas tersebut.

PT Integrated Healthcare Indonesia (IHI) mengambil langkah progresif dengan mengadopsi energi surya di dalam fasilitas manufaktur mereka di kawasan Jakarta Timur. (dok. SUN Energy)

Presiden Direktur PT Integrated Healthcare Indonesia, Teerasak Lueuwirat, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bukti nyata bahwa sektor manufaktur kesehatan mulai memandang energi bersih sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang yang strategis.

“Langkah ini menunjukkan sektor manufaktur layanan kesehatan (healthcare manufacturing) mulai memandang energi bersih bukan hanya sebagai inisiatif lingkungan, tetapi sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang untuk membangun operasional yang lebih efisien, resilien, dan siap menghadapi tuntutan industri masa depan,” ujar Teerasak dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (8/6/2026).

Menjaga Keandalan di Sektor Kritikal

Berbeda dengan sektor manufaktur lainnya, industri kesehatan memiliki standar operasional yang sangat ketat dan tidak dapat dikompromikan demi efisiensi energi. Aktivitas vital seperti operasional ruang steril (cleanroom), laboratorium, sistem tata udara (HVAC), logistik rantai dingin (cold-chain logistics), pengolahan air, hingga fasilitas produksi dan pengemasan membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan konsisten demi menjaga mutu produk.

“Oleh karena itu, transisi energi di sektor healthcare membutuhkan solusi yang mampu menjaga reliability (keandalan) operasional sekaligus mendukung target keberlanjutan perusahaan,” tambah Teerasak.

Sistem PLTS On Grid yang terpasang di fasilitas IHI diproyeksikan mampu memproduksi energi bersih sebesar 1.012.503 kWh per tahun. Angka ini setara dengan reduksi emisi karbon sebesar 787,73 ton CO2 per tahun, atau sebanding dengan penanaman lebih dari 13.000 pohon. Pemanfaatan energi surya mendukung operasional menyeluruh, mulai dari sistem pendingin, pengolahan air, pencahayaan, hingga fasilitas produksi dan pergudangan.

Selain dampak positif terhadap lingkungan, penggunaan energi surya ini memproteksi perusahaan dari fluktuasi harga energi konvensional, sehingga biaya operasional jangka panjang menjadi lebih terkendali. Langkah keberlanjutan IHI juga diperkuat dengan implementasi sistem digitalisasi berbasis real-time monitoring yang telah berjalan sejak awal tahun untuk meningkatkan presisi dan kecepatan pengambilan keputusan operasional.

Energi Terbarukan sebagai Daya Saing Global

Pada kesempatan yang sama, CEO SUN Energy, Jefferson Kuesar, mengapresiasi langkah progresif PT IHI. Menurutnya, sektor layanan kesehatan memerlukan pendekatan transisi energi yang matang karena karakteristik industrinya yang kritikal.

“Transisi energi di sektor ini membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada dekarbonisasi, tetapi juga pada ketahanan energi dan efisiensi operasional jangka panjang. Kami melihat semakin banyak industri mulai memandang energi terbarukan bukan hanya sebagai inisiatif lingkungan, tetapi sebagai bagian dari strategi bisnis dan daya saing global,” jelas Jefferson.

Keberhasilan implementasi PLTS di fasilitas manufaktur PT IHI ini menandai pergeseran paradigma transformatif di sektor industri Indonesia. Pengopsian energi bersih kini tidak lagi sekadar pemenuhan regulasi atau kepatuhan (compliance), melainkan telah bermutasi menjadi strategi bisnis esensial untuk membangun industri yang kompetitif, efisien, dan siap bersaing di pasar global.*
Sumber: Siaran Pers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *